Portal Mengenai Biodiversity dan Informatika

I

PENDAHULUAN

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan ikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.

Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator.

Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme seluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.

Jenis keanekaragaman hayati

  • Keanekaragaman genetik (genetic diversity); Jumlah total informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang mendiami bumi.
  • Keanekaragaman spesies (species diversity); Keaneraragaman organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 – 50 juta), hanya 1,4 juta yang baru dipelajari.
  • Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity); Keanekaragaman habitat, komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer dan dunia laut.

Tiga aspek penting lainnya harus dipahami tentang keanekaragaman hayati:
• Pusat Asal: adalah wilayah geografis di mana suatu takson berasal atau dikembangkan untuk pertama kalinya. Takson adalah unit taksonomi, ilmu yang mengklasifikasikan semua hidup organisme di dunia.
• Pusat keanekaragaman: wilayah geografis dengan spesies tinggi atau keanekaragaman genetik. A pusat asal belum tentu pusat keanekaragaman. Indonesia, misalnya, adalah dianggap sebagai pusat asal pisang dan tebu, tetapi juga pusat keanekaragaman tanaman, yang tidak berasal di sini, seperti beras, mangga dan jahe keluarga.

• Pusat endemisme: wilayah geografis dengan sejumlah spesies endemik yang tinggi di level3 lokal. Keanekaragaman hayati tidak didistribusikan merata pada bumi. Daerah tropis memiliki tingkat keanekaragaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian lain dunia. Indonesia dan Brazil, misalnya, dikenal sebagai negara megadiversity, yakni geografis daerah dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi. Itu daerah tropis penting untuk keanekaragaman hayati konservasi karena banyak daerah pusat asal, pusat keanekaragaman atau pusat endemisme.

II

PEMBAHASAN

Informatika (Inggris: Informatics) merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi,teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Aspek dari informatika lebih luas dari sekedarsistem berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer.

Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatika, informatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas, informatika meliputi beberapa aspek:

  • teori informasi yang mempelajari konsep matematis dari suatu informasi
  • ilmu informasi yang mempelajari tentang cara pengumpulan, klasifikasi, manipulasi penyimpanan, pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk keperluan sosial dan kemasyarakatan secara menyeluruh
  • ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan, pengarsipan, dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi dan alat lain yang berbasis komputer.

Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa biodiversity (keanekaragaman hayati) merupakan suatu pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme sertaekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya.

Dalam penerapannya, informatika juga mempunyai kaitan yang erat dengan suatu hal yang disebut dengan biodiversity atau yang lebih dikenal dengan keanekaragaman hayati yang mencakup semua bentuk kehidupan yang ada di bumi ini. Sebagai ilmu, informatika mempelajari cara pengumpulan, klasifikasi, manipulasi penyimpanan, pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk keperluan sosial dan kemasyarakatan secara menyeluruh. Semua hal ini tentu bisa berguna untuk menunjang kelestarian keanekaragaman hayati yang ada di dunia khususnya di Indonesia.

Misalnya saja dalam hal pengumpulan informasi mengenai segala macam keanekaragaman hayati yang ada di seluruh dunia. Dalam hal ini untuk lebih memudahkan pencarian kita bisa menggunakan ilmu informatika untuk pencatatan data mengenai tingkat keanekaragaman hayati yang ada di suatu kawasan tertentu. Lalu penyebarluasan informasi mengenai keanekaragaman hayati untuk keperluan sosial, hal ini sangat penting supaya masyarakat bisa mengetahui keanekaragaman hayati apa sajakah yang dimiliki oleh negaranya,hal ini juga bisa dijadikan sarana pembelajaran bagi mereka yang masih duduk di kursi sekolah.

Namun, supaya semua keterhubungan ini bisa saling menunjang, sangatlah dibutuhkan peralatan teknologi yang canggih dan sumber daya manusia yang berkelas. Jadi pada intinya, informatika sebagai ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi bisa dijadikan sebagai penunjang untuk melestarikan keanekaragaman hayati, dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan ilmu informatika untuk keperluan tersebut dan harus didukung pula dengan teknologi yang canggih. Semua ini bertujuan untuk melestarikan dan mencegah rusaknya biodiversity atau keanekaragaman yang ada di bumi kita ini.

Sumber

Wikipedia

Google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: